Siap-siap…. SPT Tahunan

Siap-siap…. SPT Tahunan

Awal tahun 2019 siap siap, sobat yang sudah punya NPWP, untuk mempersiapkan pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan. Baik yang Pribadi maupun Badan. Jangan sampai terlambat. Untuk Wajib Pajak Pribadi pelaporan paling lambat tanggal 31 Maret, sedangkan untuk Wajib Pajak Badan paling lambat tanggal 30 April karena kalau terlambat untuk Wajib Pajak Orang Pribadi akan terkena sanksi Rp. 100.000 (seratus ribu rupiah)  sedangkan Wajib Pajak Badan sanksinya Rp. 1.000.000 (satu juta rupiah).

Apa sih SPT Tahunan itu ?

Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan adalah surat yang  oleh Wajib Pajak digunakan untuk melaporkan penghitungan dan atau pembayaran pajak, objek pajak dan atau bukan objek pajak dan atau harta dan kewajiban, menurut ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan. “wikipedia.org”

Yang perlu dicermati dalam pembuatan SPT Tahunan ada beberapa hal :

  1. Penghasilan suatu Tahun Pajak atau Bagian Tahun Pajak. Semua penghasilan baik yang bersumber dari pekerjaan inti ataupun penghasilan dari sampingan / insidentil.
  2. Penghasilan Tidak Kena Pajak atau disingkat PTKP. Adalah batasan dimana tidak dikenakakan pajak, yaitu :
  • Wajib Pajak  yang bersankutan Rp. 54.000.000
  • tambahan Wajib Pajak yang kawin Rp. 4.500.000
  • Tambahan tanggungan Rp. 4.500.000 max 3
  1. Zakat wajib yang sudah dibayarkan dibuktikan dengan kwitansi dari BAZ resmi.
  2. Harta
  3. Hutang

Dalam melaporkan kewajiban SPT Tahunan sobat bisa memanfaatkan beberapa chanel, yang pertama datang langsung ke kantor pajak terdekat (selama belum tanggal jatuh tempo) kalau sudah jatuh tempo laporan SPT Tahunan harus di laporkan ke KPP Pratama terdaftar. Kirim via kurir tercatat seperti POS, JNE dan lain-lain, tanda terima dianggap sebagai bukti penerimaan laporan yang sah. Kemudian laporan via efilling dan via Application Service Provider (ASP). yang ditunjuk oleh Direktorat Jenderal Pajak.

E-filling merupakan cara penyampaian SPT secara elektronik yang dilakukan secara online dan real time, melalui laman https://djponline.pajak.go.id atau bisa melalui Application Service Provider (ASP). E-filling menjadi cara penyampaian yang paling efisien saat ini karena dengan e-filling tidak perlu antri, pelaporannyapun bisa dari manapun asal terkoneksi dengan internet, tidak terbatas jam kerja kapanpun bisa melakukan penyampaian e-SPT.

Untuk bisa menggunakan layanan e-filling, sobat harus terdaftar menjadi pengguna e-filling. Untuk mendaftarkan diri bisa mengikuti langkah-langkah berikut :

  1. Meminta kode aktifasi EFIN (Electronic Filing Identification) di KPP Pratama terdekat, untuk orang pribadi cukup mengisi formulir dan melampirkan KTP, mempunyai email aktif dan No. HP yang aktif.
  2. Mendaftar sebagai pengguna di halaman DJP, https://djponline.pajak.go.id kemudian aktifkan melalui link yang dikirimkan ke email.
  3. Setelah diaktifkan akun djponline sudah bisa digunakan untuk laporan melalui efilling.

Untuk pembuatan laporan yang disampaikan melalui efilling bisa secara langsung mengisi di laman djponline (bagi wajib pajak orang pribadi) ataupun menggunakan aplikasi e-SPT atau memakai e-form yang dapat diunduh di djponline.

Yuk… lapor diawal…. biar nyaman

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *